Jumat, 11 November 2011

Identitas Saya

Identitas diri
Fachmi Piqri Aulia adalah nama lengkap saya,  teman-teman biasa memanggil saya “Fachmi”. Umur saya kini 19 tahun dan akan bertambah 1 tahun dibulan nopember 2011 tahun ini. Saya adalah anak pertama dari ke’2 orang tua saya, agama saya islam & saya tidak memiliki adik karena saya anak tunggal, sekarang saya tinggal di bekasi tepatnya di perumahan irigasi Rt 004/03 Bekasi timur.
Latar belakang keluarga
          Keluarga saya terdiri dari beberapa orang, ibu saya anak ke 3 dari nenek saya. Saya memiliki beberapa sanak saudara dari keluarga saya. Keluarg yang indah dan damai itulah harapan saya yang sudah terwujud saat ini. Beberapa saudara saya sudah ada yang sudah bekerja dan salah satunya masih kuliah di kampus yang sama, namun berbeda jurusan. Dan saat ini saudara saya yang satu ini sedang mengurus skripsi untuk sidang kelulusan (wisuda).
Pendidikan
            Awal pendidikan saya yang pertama yaitu di rumah saya sendiri. Di rumah saya belajar  jalan dan berbicara hingga lancar dan tumbuh besar, ketika umur 5 tahun baru saya masuk TK. TK saya bernama TK Nurul Hidayah, selesai Tk saya melanjutkannya ke Sekolah Dasar Negeri ( SDN) Bekasi Jaya 06. 6 tahun berselang dan lulus SD saya melanjutkan pendidikan saya ke  SMPN, SMAN hingga sekarang yaitu Kuliah jenjang S1 Sarjana Sistem Komputer di Universitas Gunadarma.
 Pengalaman
            Banyak pengalaman yang saya dapat dari hidup ini, dari yang sial (buruk) dan beruntung (baik). Singkat kata Pengalaman buruk yang pernah saya alami berawal dari saat saya ikut PORSENI di bekasi mewakili sekolah saya, Saya ikut lomba lari jarak pendek (100m) yang di bagi menjadi 2 kelompok & saya masuk di kelompok yang ke 2. Ketika lomba di mulai salah 1 panitia menyiapkan aba-aba, “Satu”, “Dua” ketika aba-aba “ketiga” kami semua pun berlari untuk mencapai finish. Usai sampai garis finish, dengan nafas masih terengah-engah, ada 3 juri membacakan urutan waktu tercepat sampai yang terlambat. Saat itu saya tak menyangka kalau nama saya dipanggil untuk yang tercepat  pertama, Tapi ketika pemanggilan juara nama saya dipanggil yang ke 2 & tiba-tiba saya dijadikan juara yang ke 2. Saya pun bingung, terkejut & bertanya kembali kepada juri “ Pak bukankah saya yang jadi juara 1 ?” kemudian juri itu menjawab “ Maaf yah dik, tadi kami tidak melihat detail selisih detik di stopwatch kalau adik kalah 2detik dari pelari yang sebelumnya (kelompok 1)”. Mungkin saat itu saya masih labil & belum mengerti kata “ada yang menang & kalah”, hanya kecewa yang saya rasa saat itu.
            Ini pengalaman beruntung yang saya alami ketika saya ikut lomba tahun 2008 di kota bogor yang diadakan oleh KEMENEGPORA (Kementrian Negara Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia). Saya ikut berpartisipasi dalam lomba Gerak Jalan dari Walikota Bogor hingga Taman Mini (TMII) yang berjarak ± 60Km. Sebelum lomba dimulai dari masing-masing kelompok mengambil angka untuk urutan siapa yang berjalan lebih dahulu & angka undian (doorprize). Disaat pengambilan angka, saya sebagai perwakilan dari kelompok, mendapat urutan angka jalan ke 20, saat itu juga saya kaget bukan main kalau peserta termuda adalah kelompok saya. Ternyata peserta yang lain adalah anggota TNI, POLRI, bahkan ada dari komunitas HIKKING INDONESIA. Tahu bila lawan kami tak sebanding mental kelompok kami mulai melemah. Pada akhirnya acara dimulai dan semua kelompok diberangkatkan, ditengah perjalanan salah seorang teman saya menemukan selembar uang kertas 100 ribu. Agar juri pemantau tak curiga setelah memungut uang tadi, kami semua berjalan seperti biasa & berpura-pura tidak tahu apa-apa. Beruntungnya lagi ketika kelompok kami hampir sampai di garis finish tepatnya di TMII. Saya menemukan selembar uang kertas 50ribu, “hahahaha” betapa beruntungnya kami hari itu. Selain menemukan uang, angka undian (doorprize) yang selisihnya 1 : 98 kelompok dari semua kelompok tapi angka undian kami salah satunya yang keluar & kami mendapatkan sebuah DVD – player. Senang bukan main kami semua saat itu, tak lupa kami memanjatkan puji syukur kepada Yang Kuasa.
Falsafah Hidup
          Percaya akan keajaiban, cinta dan keberuntungan! melihat kedepan dan jangan pernah melihat kebelakang! kerjakan apa yang kau inginkan dan pertahankan karena dihidup ini yang hidup nanti hanya dirimu sendiri.
Cita-cita
          Ingin memberi yang terbaik dan tidak mengecewakan orang tua, bahkan kelak bila sukses nanti dan memliki rejeki yang lumayan besar saya ingin menaikan orang tua saya haji, itu adalah cita-cita saya yang pertama. Disamping itu ada juga cita-cita dalam diri saya yang ingin saya wujudkan. Salah satunya adalah ingin cepat-cepat lulus kuliah dalam jangka waktu tercepat.

___Eyang Sastra Negara___

0 komentar:

Posting Komentar